Jumat, 02 Juni 2006

Edie Brickell & The New Bohemians


Selain dipengaruhi Lisa Loeb, ada beberapa lagi musisi perempuan yang
memberikan pengaruh begitu besar dalam hidup saya. Kadang-kadang, saya
berpikir kalau hidup saya penuh soundtrack—seperti film Ally McBeal.

Salah
satunya Edie Brickell, saat dia masih bergabung dengan band-nya yang
bergaya hippies dan beraliran folk, The New Bohemians. Pokoknya,
masa-masa sebelum dia pindah ke aliran yang lebih ngepop—mungkin
gara-gara disunting oleh Paul Simon yang dulu beken dengan duo Simon
and Garfunkel.



Lagunya yang paling berkesan bagi saya adalah Oak Cliff Bra.



Sittin’ on the front porch in Oak Cliff with my bra



Watchin’ some cars go by



The lady with the baby with only one shoe walks by



The baby on her shoulder has his mouth open more than his eyes



Where is his other shoe?



….



Kesederhanaan
yang begitu memikat. Membayangkan Edie duduk dalam keremangan bayangan
atap beranda, di Bukit Oak (saya bayangkan bukit itu penuh pohon Oak),
menyenandungkan melodi santai yang keluar dari hati seorang perempuan,
sambil hanya memakai bra :p.



Bagi
saya, lagu ini menyejukkan hati. “Mengheningkan cipta” di keteduhan
adalah hal sederhana yang bisa mengobati hati yang terasa rusuh, lelah,
setelah berjam-jam berkutat dengan persoalan-persoalan serius. Mungkin
seperti terapi “membaca di kloset” untuk saya.



Edie juga mendefinisikan cinta dalam lagunya yang berjudul Keep Coming Back. Dia berteriak,



Desperately tryin’ to get you, desperately tryin’ to get you, get you off my mind!



But you keep coming back! Keep coming back, back, back!



Keep coming back!



Lalu, dia meneruskannya dengan lembut,



Love is never easy to lose my friend.



To lose my friend. To lose my friend ….



Dalam hal ini, Edie sependapat dengan saya.



Lagu-lagu
patah hatinya juga sepertinya menyanyikan perasaan saya (hahaha … tapi
sudah lama sekali saya tidak patah hati :p). Edie bilang begini, dalam
lagu Circle,



I quit, I give up. Nothing’s good enough for anybody else.



It seems …. And being alone is the best way to be.



When I’m by myself is the best way to be.



When I’m all alone is the best way to be.



When I’m by myself, nobody else can say goodbye …



Everything is temporary, anyway ….



Dalam Me By the Sea, Edie juga menyanyikan kesendirian.



I'm in the habit of being alone
I try hard to break it I can't on my own



I'm glad no one's here just me by the sea
I'm glad no one's here to mess it up for me
I'm glad no one's here just me by the sea
But man, I wish I had a hand to hold …




Sendirian
memang enak. Jalan kaki sendiri, ke toko buku sendiri, nonton bioskop
sendiri, makan sendiri. Bebas, tanpa harus bertenggang rasa dengan
orang lain yang memiliki keinginan berbeda. Semua tergantung saya
sendiri, apakah sudah puas atau lelah. Tapi, tentu saja kadang-kadang
saya tidak ingin sendiri.


Saat ini, saya
merindukan Edie kembali bernyanyi dengan The New Bohemians. Atau,
setidaknya seperti dulu, dengan petikan gitar akustik dan senandung
yang memabukkan. Edie, Edie ... boleh dong saya GR, karena sepertinya
dia begitu memahami perasaan saya. Betul nggak, Mbak Edie? Hehehe ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar