Daripada ke salon-salon mahal, saya lebih memilih ke salon dekat rumah saya, namanya Salon Mariani. Mariani ini nama pemiliknya. Gadis Batak, usianya lebih tua setahun dari saya. Dia mengerjakan segala sesuatunya sendiri, mulai dari mengeramasi, menggunting, meng-creambath, memblow, mengeriting, melulur, melakukan facial, hingga menyapu sisa-sisa rambut di lantai.
Biayanya murah. Gunting rambut dengan cuci dan blow saja cuma dua puluh ribu. Apalagi untuk pelanggan, dia mematok harga
Hanya saja, kelebihannya adalah Mariani sendiri. Dia ini ceriwis dan sok akrab dengan para pelanggannya. Tapi, bukan ceriwis dan sok akrab dalam arti negatif—berbicara dengan Mariani menyenangkan. Buktinya, kalau kita sedang “dikerjai” di salonnya, banyak orang yang menyapa Mariani dari luar pintu yang terbuka. “Hai Mar!” “Kakak!” dan sebagainya.
Mungkin selain karena murah, itu yang membuat salon milik Mariani ini banyak pelanggannya. Bayangkan, saya datang ke
Nggak tahu apa. Saya sendiri nggak bisa mengungkapkannya. Hanya saja, kalau saya menyerahkan kepala saya ke Mariani, saya merasa “dimanusiakan”. Bukan sekadar kepala berambut yang dijadikan objek eksperimen para penata rambut, yang protes atau permintaan khususnya kadang-kadang nggak didengar. Mau coba ke Salon Mariani? Kalau mau ke rumah saya lewat pasar, pasti melihat spanduk kuningnya yang sederhana kok, di dekat Indomaret. Tapi bikin janji dulu ya … hehehe.
Catatan
Salon Mariani terdengar cocok
Mungkin karena dia cewek batak plus namanya mirip sama kamyu, umay ...
BalasHapusMakanya lo gak bisa pindah ke lain salon:-P
Ah iya.. Pasti ada misi Batakisasi terselubung. Hahahaha...
BalasHapusato karena sok akrab nya itu, maria kan identik dengan orang-orang sok akrab, contoh lainnya yah si bibing-bibing itu, hi hi hi hi
BalasHapushmmm ... apakah itu menjelaskan juga fenomena mengapa aku sok akrab sama dumaria pohan, oknum batak kuncen YM? hahahahahahaha
BalasHapusyah mungkin ... aku mau bikin persatuan batak murtad sarijadi raya hahahahahahaha
BalasHapusyah ... begitu juga dengan seorang oknum batak boru pohan yang masih suka online jam tiga pagi, hahahahahahahahahahahahahaha
BalasHapuskalo mas agus yang bukan di salon agus, suze ... tiap aku potong selalu ditanyain, "bagus rambutnya, tadinya potong di mana?" (di dia2 juga, dasaaarr). kalo sama temenku, nanyanya selalu, "kamu orang garut ya?" tapi sekarang aku ga pernah mengunjunginya lagi, secara potongan rambut dia berkiblat pada agnes monica.
BalasHapushahaha ... mas agus itu narsis dan sompral!
BalasHapuskok aneh gitu sih, ditanyain orang garut? padahal jawab aja, saya orang tarogong atau orang bayongbong mas ... mungkin doski juga orang garut hahahahahaha
tapi aku yang geli kalo ke salon D & D, secara yang punya dan yang suka namanya MAS DINDIN! hahahahahahahahahahahahaha
waaaa...
BalasHapusbaru ditulis ama umay, eh, ternyata udah harus booking dulu
waks...
padahal kan aye can keunal sama mariani
hahahhahaha
ke salon maria lubis aja deh
ow yaaa ... tuh kan, mariani itu gaul pisan hahaahahaahaha
BalasHapusaku juga dulu sempat praktik menyalon, korbannya banyak tuh, temen-temenku yang pake jilbab, terus seorang temenku ngeratain rambutnya doank, terus cowok-cowok gpa yang rambutnya pengen dimodel shaggy ... ahhhh, jadi inget cowok-cowok centil itu hahahahahaha
gimana kalo Salon Hasyim di ciumbuleuit, suze??
BalasHapushahahahahahahahahahahahahahahahahahahahaha ...
BalasHapuskalo salon hasyim nggak akan laku
harusnya salon hasheem khan
biar laku di antara orang-orang indihe hehehehehehe
Bikin Salon Masniari dong
BalasHapuscoba kamu bikin salon edward, pasti ... nggak laku, hikhikhikhik ...
BalasHapus(atau kebalikannya, laku di kalangan tertentu, hohoho ... *inget pembahasan di milis himastron?* hikhikhik)
Salam kenal mbak
BalasHapussalam kenal juga
BalasHapus