Peristiwa ini terjadi dua hari yang lalu sih, tapi saya baru sempat menuliskannya sekarang. Waktu itu, saya dan Suze Antie sedang menjalankan ritual kami—makan-makan, lalu hotspotan bersama, dan ceting sebelahan hehe …. Seperti biasa, tempat hotspotan kami adalah Ngopi Doeloe yang di belakang Borromeus.
Karena sebelum-sebelumnya posisi kami selalu di meja makan, kali ini kami sepakat mencoba sofa (meskipun posisinya serba salah—bungkuk pegal, duduk di bawah atau jongkok nggak nyaman, dan kalau laptopnya dipangku … panas!) dan duduk bersebelahan. Di sebelah kiri Suze Antie, ada seorang ekspatriat. Di sebelah kanan saya, ada seorang ibu.
Setelah beberapa waktu, si bule berdiri. Si ibu sebelah saya juga siap-siap pergi (ternyata mereka saling mengenal—apakah mungkin mereka juga ceting sebelahan seperti kita ya, Suze? Hohoho …). Sofa sebelah kiri Suze Antie sih berapa kali berganti penghuni, tapi, yang sebelah kanan saya, tetap dikuasai oleh satu pasangan.
Dasar kuping kami ini panjang, ya kedengaran lah apa yang mereka bicarakan. Bukan maksudnya nguping, tapi pasangan di sebelah kanan saya ini suaranya keras. Apalagi si cewek. Awalnya sih, percakapan terdengar biasa saja. Tapi lama-lama … semakin memanas.
Awalnya, si cowok membuka laptopnya, lalu tampaklah perangkat presentasi. Ow, mungkin doi mau sidang. Dugaan ini diperkuat oleh komentar-komentar galak si cewek terhadap perkataan si cowok. Latihan presentasi rupanya. Wajar sih, kalau mau sidang kan harus siap dengan pertanyaan-pertanyaan tajam dan komentar-komentar galak.
Tapi, ternyata di sela-sela latihan, terseliplah komentar-komentar atau perkataan-perkataan galak si cewek yang nggak berhubungan dengan presentasi. Seperti, “Jadi kausebut dirimu ini S2?” dan “Aku tuh udah kerja dobel, ngurusin ginian, ngurusin kamu!” dan “Cuci tanganmu! Lalu lap pake tisyu!” dan lain-lain. Si cowok sih diam saja, nggak membantah atau membalas.
Omigod. Dosa apa aku dan Suze Antie, sampai harus mendengarkan perbincangan domestik seperti ini? Dan mulailah kami cekikikan sambil ceting … seperti yang biasa kami lakukan di kantor dahulu kala … jemari sibuk mengetik, tertawa tertahan, lalu cekikikan bersama … mengikuti suri teladan pujaan kami, bintang film horor legendaris, Suzanna ….
Seperti biasa, dipicu oleh keadaan nggak normal sedikit saja, otak kami berputar cepat, hingga suaranya terdengar berdentang-dentang dengan keras. Dimulai dari: berani nggak kamu tiba-tiba duduk di antara mereka? Ayo kita gelar tiker aja di hadapan mereka! Sambil makan popcorn! Kalo aku segalak gitu sama si Aq, pasti aku akan ditinggalkan begitu saja di sini! Mungkin seperti itu keadaannya kalau kita pacaran sama brondong! Atau paling sedikit cowok sebaya. Untung juga kan, bisa galak-galak? Dan pikiran-pikiran lain yang dipertukarkan via ketikan kilat di YM.
Lalu, si cowok pergi. Yah, semoga saja dia bisa sidang dengan lancar, dengan dukungan ceweknya yang galak tapi penuh perhatian. Setelah beberapa lama … si cowok akhirnya datang kembali.
Suasana kemudian menjadi lebih tenang saat itu. Si cewek juga nggak galak-galak lagi. Tapi, keadaan kembali memanas saat mereka membicarakan tentang beasiswa. Saya nggak tahu bagaimana detailnya, yang jelas menyangkut seorang teman mereka, yang menolak kesempatan beasiswa, atau semacam itu. Si cewek langsung menelepon teman mereka itu, menyuruhnya datang, dengan galak juga!
Sayang, kuping panjang kami harus berhenti berfungsi saat itu. Soalnya, sudah waktunya untuk pulang, setelah berjam-jam menjadi kuncen hingga pantat kami panas. Penasaran juga sih sedikit, apa yang akan terjadi ya? Tapi … sebetulnya nggak niat nguping kok, suerrrr, suerrrrrr! Mungkin sudah digariskan seperti itu, si Mbak yang galak dikaruniai suara keras, dan kami yang keren ini dikaruniai … kuping panjang! Hahahahahaha …
(ayo Suze, kapan lagi kita hotspotan bareng, dan memanjangkan kuping lagi seperti kelinci Playboy? Masih banyak tempat makan di Bandung yang belum kita jajah!)
aku kan ikut mendengar mar.......
BalasHapusnah, ini agak mendingan bajunya....
oooh betapa aku kangennya dengan penggunaan kuping panjangku macam itu... kapan2 kita bikin komunitas kuping panjang yuuu...
BalasHapusSuze....itu dosa lho...nguping pembicaraan orank....
BalasHapusmereka bukan sengaja menguping kog.... hi hi hi hi....... cuma karena terkuping, jadinya menguping....
BalasHapustapi kupingnya sampe berdiri begitu?
BalasHapushi hi hi.... itu kan dipanjangin, biar kobo bisa ikutan denger... hehehehehhe
BalasHapusiya, berarti kupingmu jaaaauuuuuh lebih panjang daripada kuping kami, kobo hahaha ...
BalasHapusbajunya alice in wonderland lho ...
hussss ... ibu-ibu mah nggak boleh berkuping panjang, bisi nanti menurun ke anaknya, hahaha ...
BalasHapusaku nggak nguping kok, oom! tapi terdengar! tanpa bisa kulawan!
BalasHapus*pembenaran*
iya, dan ikut mengikik bersama, hahahaha
BalasHapusbetull... betul... memang kita M o M kan bersama dalam kikik dan kikik.... hi hi hi hi......
BalasHapussuzmarie, suzantie, dan suzkobo
BalasHapus*murid magangnya suzanna, ahli mengikik dalam film horor indonesia, hikhikhikhikhikhik*
(atau farida pasha alias mak lampir ya? sepertinya kikikan doski lebih powerful)
Hehe .... bisa dibayangin ngegelar tikar di depan mereka, sambil makan popcorn, kayak nonton lenong, hehe ...
BalasHapussambil hotspotan di Ngopi Doeloe, kita Ngoeping Doeloe, hahaa.. tapi memang benar, si mbak2 itu galaknya minta ampuuunn! udah gitu cowoknya pasrah banget. disuruh "sisir rambutmu!" atau "jadi kau mau dipanggil dengan nama apa?!" gitu juga masih menjawab dengan lemah lembut.
BalasHapussuzkobo ga enak banget sih... kalo suzobo? atau suzuma? yah, kita memang kelompok the mamas yang beruntung. suka mendengar atau melihat hal-hal yang tak terduga, hiihhiih....
eh iya, si ekspatriat itu kopinya dibayarin oleh si ibu, tapi si ibu bilang ke mbaknya, "jangan bilang2, ya" trus dia masuk kamar mandi. ternyata pas kluar si ekspat nungguin n mau bayar kopinya, tapi si ibu menolaknya. truss... keesokan harinya aku ketemu lagi sama si ibu itu di ngopi doeloe purnawarman, tapi tanpa si ekspat, kali mereka bermusuhan gara2 sengketa uang kopi, hahahaha.... (btw, si ibu bajunya ga ganti lho...)
btw suze, next round kita cobain begor medicore yak... (itu namanya kok berima ya?) eh iya, baju yang ini lucuuuu....
kalo yang brondong yang selalu duduk di depanmu, tie..... apa kabar?
BalasHapusooohh... itu di ND purnawarman tuuhh, kalo kejadian mbak2 galak kan di ND hasanudin... yah, mereka itu satu geng brondong yang kayaknya lagi bikin TA. apa harus diajak kenalan? hahahaa....
BalasHapuskalo lenong kan penontonnya bisa nyeletuk tuh, hahaha ... sayang urat teganya belum terlalu kuat hikhikhik
BalasHapusmungkin kantor si ibu itu mengharuskannya berseragam batik dan dia punya selusin? hikhikhik ...
BalasHapushayuuuk! rutenya langsung aja ke ND, makan yang ringan-ringan di situ, baru pulangnya kita ngantre bebek goreng. lalu berikutnya, kita ke cabe rawit, makan bayam popeye yang yummy (dan di situ ada jus sayur yang warnanya ijo nggak puguh gitu, hiyyy ...)
ayo suze! kenalan aja! kalo sama brondong kan kamu bisa jadi mbak-mbak yang galak ...
BalasHapuslap ingusmu!
bersihkan ilermu!
jadi kau mau kupanggil apa, brondong nyakrek atau brondong ngulapes?
*nyakrek = renyah, ngulapes = melempem*
skotjam lima puluh kali!
abis itu ngepel dan cuci mobilku!
puas kan ... ada korban penyiksaan baru selain sitorsky yang gemar disiksa, hahahaha
suze ... kalo dalam bahasa sunda, m***s itu ... artinya ... p***s hikhikhik ...
BalasHapus(bukan crocus seperti punya si Callie Stephanides)
apaan sih suze... memes = pepes? hihiihih... ga nyangka, ternyata aku ngomong jorok ya... *malu*
BalasHapuseh, iya... bayam si popeye belum dicoba juga ya... duh, banyak banget makanan di bandung ini yah... oh iya, kapan nyushi lagi ya, tampaknya liur sushiku sudah mulai mengalir lagi, hihhihiih....
kalo memes istrinya adi ms, bukan pepes karya si teteh barbie, hahahaha ...
BalasHapushayuuuuk ... kita nyushiiiiiiiiiiiii
tapi ntar lah, akhir bulan, mudah-mudahan buah yang diguncang sudah berjatuhan hahaha
hyuuuuuuuuuuuukkkk... pokoknya enak dan sangat enak, doyan dan doyan banget!
BalasHapusKok, gw kebayang kalo gw segalak cewek itu yaaaaa? Wakakakakaakaka
BalasHapusGw inget gw sering dengan galak bilang ke daus: cuci tangan, lap mulutmu pake tisyu, ganti baju sblm tidur!
Gw lama-lama bingung, sebenarnya gw istrinya apa emaknya ya?
*oh, nasib*
wakakakakakakakakak ...
BalasHapuskalo gitu, demi memuaskan hasrat kuping panjang kami, mending aku & suz antie berkunjung ke rumahmu aja ya, lalu gelar tiker. hikhikhik
iyaaa... sedelapaaannn!!!
BalasHapusBowleh bowleh ...
BalasHapusabis itu kalian tulis laporannya panjang2 di MP ya?
Baguus! *mulut maju lima senti*
heheheheeee... segitunya mba2 ini ... jadi pengen ikutan ich ... padahal setiap hari aku di ngopi doeloe ( akoe PR ngopi doeloe ) tapi belum pernah denger .... jadi ngiler ... pengen nyobain kuping panjang aku ... heheheeee... ajak2 ya ... klo mau pakai kuping panjang lagi .... hehehehehheeee ... lee
BalasHapusmbak, karena nama ngopi doeloe udah dipromosikan di sini, dapet diskon dong? (kami kan pelanggan tetap, hihihihihihihiiiiiiiiiiiiiiiiii ...)
BalasHapus*ngarep*
(nanti diajakin memanjangkan kuping deeeh, hahahaha)
heheheeee... nyantai aja kali
BalasHapus