blog gusuran dari multiply. yang masih aktif sampai sekarang: http://marialubis.wordpress.com
Senin, 11 September 2006
Bandung Historical Walk [Part 2]
Ini bagian kedua: dari makam "Dalem Bandung", yaitu sang Bupati Bandung, R.A. Wiranatakusumah II beserta keluarga, lalu perjalanan berlanjut ke Banceuy, lalu ke Braga
Hehehe ... aku lagi males nulis soalnya. Ini acara Bandung Historical Walk yang diadakan oleh Bandung Trails, suatu lembaga yang peduli pelestarian situs-situs sejarah di kota Bandung. Jadi, kami jalan kaki dari titik start di Hotel Preanger, finishnya di Gedung Sate. Makan-makannya ada, tapi nanti di Part 3 hehehehehehehe .... (Tadinya aku ingin menyelesaikan mengunggah hari ini, tapi you know lah ... internet kantor kan super luemooooooooootttttt)
ini bakal jadi dokumentasi berharga.... karena sebentar lagi bagian ini bakal ilang selamanya. perhatikan konstruksi yang lagi dibuat dibalik tembok ini.
mungkin pake cara-cara licik seperti Ruko Padang di sebelah bank swasta di Asia Afrika itu ya. Karena cagar budaya yang nggak boleh dibongkar, lalu dibiarkan lapuk sendiri. Setelah lapuk dan rubuh sendiri, baru diganti dengan bangunan modern. Oughhhh ... sedihnya.
jalan-jalan dalem rangka apa sih suze? makan2nya mana??
BalasHapusHehehe ... aku lagi males nulis soalnya. Ini acara Bandung Historical Walk yang diadakan oleh Bandung Trails, suatu lembaga yang peduli pelestarian situs-situs sejarah di kota Bandung.
BalasHapusJadi, kami jalan kaki dari titik start di Hotel Preanger, finishnya di Gedung Sate.
Makan-makannya ada, tapi nanti di Part 3 hehehehehehehe ....
(Tadinya aku ingin menyelesaikan mengunggah hari ini, tapi you know lah ... internet kantor kan super luemooooooooootttttt)
yah, i know (diucapkan dengan gaya bulek)...
BalasHapusmemang aneh...
BalasHapusmungkin orang indonesia masih sulit membedakan toilet ama monumen kali mar.... (",)
iya, menyedihkan, hiks ...
BalasHapusini bakal jadi dokumentasi berharga....
BalasHapuskarena sebentar lagi bagian ini bakal ilang selamanya.
perhatikan konstruksi yang lagi dibuat dibalik tembok ini.
mungkin pake cara-cara licik seperti Ruko Padang di sebelah bank swasta di Asia Afrika itu ya. Karena cagar budaya yang nggak boleh dibongkar, lalu dibiarkan lapuk sendiri. Setelah lapuk dan rubuh sendiri, baru diganti dengan bangunan modern. Oughhhh ... sedihnya.
BalasHapus