Mahasiswa adalah sosok tanggung—baru beranjak dari usia remaja dan memasuki tahap dewasa muda. Sudah jelas, pada usia-usia sebaya mereka, para mahasiswa masih labil. Mereka juga mudah tergoda oleh pengaruh-pengaruh negatif yang begitu gencar menerpa.
Salah satunya adalah seperti yang pernah saya alami ketika masih duduk di semester tiga. Saat itu, saya dan teman-teman baru saja menyelesaikan TPB (Tahap Persiapan Bersama) di ITB. Mata kuliah di TPB ini hampir seragam untuk semua jurusan, kecuali FSRD, salah satunya mata kuliah Fisika Dasar. Bobot Fisika Dasar ini 4 SKS, dan tentu saja dilengkapi praktikum yang membosankan—menurut saya. Mungkin ada beberapa teman yang tidak bosan mengikuti praktikum ini, karena banyak mahasiswa-mahasiswa tingkat atas yang jadi asisten lab. Kebanyakan mereka adalah mahasiswa jurusan Fisika, hanya segelintir yang dari jurusan Teknik Fisika. Dan kebanyakan laki-laki, tidak seperti asisten lab kimia. Tentu saja, lab ini jadi ajang perkecengan dan sarana saling mengincar.
Rupanya, pesona seorang asisten lab telah mencuri hati teman saya. Dua orang sekaligus, lagi. Hebat sekali. Padahal, kalau menurut saya, dia biasa-biasa saja, tipikal “mas-mas ITB” gitu deh. Tapi mungkin kegalakannya (yang menurut teman-teman saya adalah sifat tegas) yang jadi salah satu daya tarik.
Kedua teman saya ini bagaikan musuh dalam selimut—tampak rukun, padahal dalam hati mereka bergelora. Menurut mereka, tidak ada persaingan. Tapi, kami yang ada di sekitar mereka merasakan hawa panas persaingan ini.
Suatu hari, kami menemukan sebuah fakta, yang menjadi pencetus kriminalitas ini. Karena, hal ini menyangkut masa depan salah satu teman kami yang jadi peserta persaingan.
“Neng (nama disamarkan), kami harus memberitahumu sesuatu,” kata kami waktu itu.
“Apa? Apa?” kata si eNeng. Rasa penasaran membuncah di dalam dadanya.
“Kami tahu sesuatu tentang kecenganmu,”
“Apa? Tentang apa? Kenapa?”
“Mmm … nanti deh kami ceritain. Tapi, traktir dulu makan dong,”
Akhirnya, kami semua pergi ke Jalan Ganesha. Di
“Jadi, apa beritanya?” si eNeng tidak sabar.
“Mmm … nyam … nyam …” kami masih asyik menikmati batagor dan yoghurt.
“Ayo doooong! Cerita!”
Ehem. Baiklah.
“Begini Neng, pertama, kami ucapkan terima kasih untuk traktiran batagor dan yoghurtnya,” kami menarik napas dulu, menelan sisa kunyahan yang ada di mulut, lalu mulai lagi, “Lalu, ada yang harus kami sampaikan kepadamu.”
“Apaaaaaa?” rupanya dia mulai tidak sabar.
“Ehem,” kerongkongan perlu dibersihkan terlebih dahulu. “Begini Neng … kecenganmu … jadian … sama si Nona … (nama samaran teman kami yang sama-sama mengeceng si Mas ITB itu).”
“Ya ampuuuuuuuuuuuuuuun … Sialaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan!”
Dan kami pun tertawa puas di atas penderitaan teman sendiri.
Moral cerita ini: Jangan cepat teperdaya oleh rayuan maut teman-teman yang mencoba memeras Anda. Terutama untuk hal-hal yang remeh-temeh seperti kecengan dan gebetan. Si Neneng dan si Nona ada di dalam foto seangkatan yang segelintir itu, tapi saya nggak mau bilang yang manaaaahahaahahahaaaaaaaa ....
yang pasti bukan di baris paling atas...
BalasHapusehhhhhhhh
BalasHapusbelum tentu eeeeeMMMM
itu sepuluh orang udah lengkap satu angkatan ya? :D
BalasHapusmarie yang berkumis itu kah? :D
dasar penjahat! :D
BalasHapuskurang 3 orang, yang satu udah kabur ke UGM, yang satu udah kabur karena pengajian "perpus", satu lagi mungkin sedang belajar jadi anak asuhan Tante M saat itu, hihihihiiiii
BalasHapushahahaha ... yang berkumis itu temenku yang kaget waktu misji manggil aku "ROMLAAAAHHHHHH" di depan gedung veteran, hihihiiii
yang penting makan gretong, hiahaiahahaiaahaiahahahaaiahahahaiiahahaaa
BalasHapusterus nangis darah donk si eneng?
BalasHapusyah, mungkin itu alasannya, kalo ketemu aku dan si nata pehul (yang di tengah depan) selaluuuu aja berantem sama dia, hahahahaaa
BalasHapusaji mumpung :p
BalasHapuseh salah, bukan di tengah depan, tapi yang gembil di kiri depan pegang jamur
BalasHapuspasti iri, waktu mahasiswa nggak pernah kepikiran kaya' gini, wekkkkk
BalasHapusaku mah malaknya abang-abang politisi di HMI, kagak maen yg mahasiswa mah :p
BalasHapus**gaya :p
pasti foto di jonas :p
BalasHapusanak HMI yaaaa?
BalasHapuskatanya anak AMPG? hahahahahaaa
*musuhhhhh*
ya iyalah, masa' ya iya dong
BalasHapusnyai aja romlah, bukan romdong
cicadas kiara condong, cas dulu dong :p
BalasHapuspasti eneng-eneng yang paling kanan yang bediri ya....:D
BalasHapusItulah sebabnya dulu si akyu yang masih lugu kalo lagi ngeceng ga pernah sompral bilang2, cuma dikiiit.. yang tau. Hehe tau2 jadian,atau tau2 patah hati.. Wakakakakakak...
BalasHapusyaoloh....nyi romlah ya kelakuannya...ckckckckck "godeg2 bari nyatet dalam buku sepak terjang calon mantu"
BalasHapusinget pepatah:
BalasHapusdi mana ada maria di situ ada korban :D
makanya...aku gak pernah ngeceng-ngeceng di kampus....males gosip ini itunya.. mending cari diluaran...lebih asyikkk
BalasHapusyuk suze, kita melakukan kriminalitas semacam ini pada sitorus....
BalasHapuscoba di absen yg di foto semua. kayaknya ada yg kenal...
BalasHapushalaaaahhhhhhh
BalasHapusnaon sihhhhhhhh
oh tidak, neneng-neneng (bukan eneng, karena eneng = anak munding, hihihiii) yang itu mah mainnya rapi, remah-remahnya nggak pernah berantakan. hahahahaaa
BalasHapusyah, dulu waktu smp akyu juga begityu, tapi ternyata teman-temankyu yang lebih ekstrovert daripada akyu yang introvert ini, hahahahaaa
BalasHapustapi, mami enny ... aku baikkkk, suka ngasi permen magic pop atau permen yuppi, hihihihihiiii
BalasHapusah, waktu ngantor dulu aku juga korban perasaan ... karena menjadi teman sitorsky, hahahahaaa
BalasHapuslegian ya, ibutio ... cowok ITB itu sombong-sombong
BalasHapushahahahahahahahaaaa
hayuuukkkkksssssssss
BalasHapusnanti kalo ada kesempatan lagi, hahahahaha
("eh sit, sit, tau kabar terbaru tentang si rogrog? tapi traktir duluuuuuu ..." setelah dia nraktir makan, lalu kita bilang, "nganu, si rogrog jadian sama si bulek" hahahahaaa)
paling atas ical, zaid, udin
BalasHapusbaris kedua: mariyam, tya, neflia, aku
baris ketiga: nata pehul, ina, vivi
teganya! eh, kata siapa asisten lab. fisika dasar banyakan mas-mas dari jurusan fisika? Pas daku tingkat tiga, bersama 4 teman perempuan lainnya (yg jurusannya bukan fisika ataupun fisika dasar), kita jadi asisten di lab. fisika dasar loh! Dan rota praktikumnya bareng (hihihi, kali satu-satu rota praktikum fisika dasar yang asisten perempuannya sama banyak dengan assisten laki-lakinya)
BalasHapushihihiii
BalasHapusoh, berarti indres asisten lab buat angkatan 98 ya. dulu aku maleshhh banget praktikum fisika dan kimia dasar, abis laporannya harus dibuat pake mesin tik (biar nggak copy paste, seballll hihihiii)
Ah itu sih asisten jahat saja tuh....BTW, pas jadi asisten lab. fisika dasar itu, rotanya kita diprotes sama yang lain, mereka menuntut standarisasi asisten (dan dikabulin tahun berikutnya). Gara-garanya, asisten fisika dasar yang dari jurusan teknik elektro ngacauin distribusi nilai....bukan karena ngasih nilai jelek2 loh, tapi karena kita sadar praktikum itu 25% dari nilai fisika dasar yang 4 sks itu, asal praktikan datang dan ngasih laporan akhir tepat waktu, kita kasih nilai minimal 80. Mana tahu kalau ternyata asisten2 di rota lainnya pelit2....hihihi akhirnya nilainya jomplang banget.
BalasHapushahahahaha ... beneerrrr
BalasHapustrus ya, si oknum asisten lab yang kubicarakan di atas, pernah ngasih hukuman disuruh gambar logo ganesha-nya dari samping
temenku panik, untung ada yang hobi menggambar, hehehe
si mas-masnya naksir kali ya?
BalasHapusmungkin juga, makanya ada kasus di atas, hihihihihiiii
BalasHapusahh betul...makanya aku gak pernah ngeceng lelaki ITB...nanti susah...saingan sama akuuuu
BalasHapusahhh emang para asisten itu rese-rese... apalagi jurusanku banyak ceweknya tea... pada carmuk semua... *semakin sebal sama asisten*....maafkan para asisten... tapi sebel juga sih...yang cantik mah diduluin dan dibantuin praktikumnya...aku sih kerja sendiri *sombong*
BalasHapushahaha ... karena si aku-nya juga sombong? (tapi aku kan memang sombong, ibutio, meskipun baik hati hihihihiiii)
BalasHapustapi kalo di astro, ada beberapa asisten yang cincai
BalasHapusseperti si geboy, asisten lab-as yang bisa dijajah
atau bang ferry, asisten askom yang bisa digoda, hahahaaa
paling sebel sama asisten yang naksir temenku...lha...kok aku yang dideketin... malah menimbulkan gosip-gosip tak sedap
BalasHapusya ampyunnn, kesian kali may:D
BalasHapuspadahal diperas aja atuh teh, si asistennya, hihihiiiii
BalasHapusmau info ya harus traktir dulu, hahahahahahahaaaaa
aku gak doyan HMI-hmi-an, mending tidur deh:D
BalasHapuspernahh...hahaha....tapi dia anak unpad yang naksir berat sama temenku juga (yang ditaksir sama asisten itu..hehe..temanku itu banyak fansnya), aku sering dapet tiket nonton di bioskop 21, trus voucher makan, buntelan buku...hahaha...senang sekali memeras dia, sementara kami tau...mereka bukan tipe temanku ituhhh...*jahat mode on*
BalasHapusINTINYA: anak itebeh sombong somboooong;p
BalasHapushalakhhhhhhhhhhh ... ida, ini komentar buat sitorus ya? hahaha
BalasHapusoh ... bahagianyaaaaa
BalasHapushahahahaaaa
emang, da!
BalasHapus*bergaya kacak pinggang, kaki mengangkang, lalu terbahak-bahak, nyahahahahaaa*
dan pernah kejadian...mereka bertiga (ada tiga yang naksir temenku itu), datang ngapel di hari dan jam yang berdekatan...hahaha...trus saling bengong di ruang tamu temenku itu :D
BalasHapussungguh benar2 tindak kriminal....
BalasHapushiiiiiiiy, nyi romlah kerasukaaaaaaaaaaan;p
BalasHapuswakakaakakakkakkkkk
BalasHapusseruuuuuuuuuuuuuuuu
yang penting bisa makan gretong, hahahahaaa
BalasHapusyaiyalah, masa buat nyi romdong:D
BalasHapusnanti yang duduk di kursimu bukan yang menyerupaimu lagi da, tapi menyerupai nyi romlah. mau? :D
BalasHapustrus temenku itu malah curhat di telepon, bukannya nemenin mereka....hahaha
BalasHapushaaaaaaaa... samaaaaa!!! :D
BalasHapusHMI apa sih?
BalasHapusorganisasinya sitorus
BalasHapusuntung aja, ga pernah naksir asisten!
BalasHapusabisnya, ga ada asisten yang keren selain saya sendiri!
wakakakak
ari angkatan saya mah ga ada yang ngeceng mas-mas asisten lab fidas pas TPB, tapi herannya banyak yang akhirnya nikah sama mas-mas jurusan fisika....at least 3 orang, termasuk....abdi! hihihi...
BalasHapusyaoloooo...ternyata minta makan gratis :))
BalasHapuspasti bukan kenalan di lab fidas
BalasHapushikhik...itu kan strategi hidup...:D
BalasHapusbete tuh dg mas2 asisten fidas. rese! tugas praktikum harus diantar ke kostnya dia. huh..males banget.. :p
BalasHapusplus minta dikirim makanan juga kali yah... ;p
BalasHapusidih...gak profesional amat... masa kita harus nganter2 ke kos-an... pemalas
BalasHapuscurhatnya pasti tentang mereka yang datang sekaligus ...
BalasHapusohh betulll
BalasHapusbukan, dia mah anak AMPG hahaha
BalasHapusaku juga nggak pernah naksir asisten lab, pernah juga naksir menwa unpar, da kararasep hahahahaaaaaa
BalasHapusAMPG apaan?
BalasHapuswah, kalo temenku malah ada yang ngeceng dosen fisika, t' dydy
BalasHapushihihihiii
organisasi pemuda onderbouw golkar, hihihihiiii
BalasHapussegala cara duonk, pipiiiiii
BalasHapusasisten pemalas eta mah!
BalasHapuskalo aku praktikannya, sekalian dikirimin tanah merah kuburan, rambut, dan kemenyan
BalasHapusnyihihihihihiiiiiiii
ohh aku kan kader golkar...masih ada kartu anggotanya...soalnya mama-ku kan anak buahnya Harmoko.... dari departemen penerangan yang kemudian dibubarkan Gus Dur..hiks... mama-ku sampe gak punya kantor...terkatung-katung...
BalasHapuswuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
BalasHapusibutio harusnya bermain sama sitorus, wakakakakakakakakkkk
makanya aku punya stok kerudung kuning golkar seabrek-abrek...hehe
BalasHapustemenku juga dari sma gitu, punya kartu anggotanya
BalasHapustapi aku belum pernah liat koleksi kerudungnya hihihiii
(sebetulnya sitorus bukan anak ampg, dia mah hmi sejati, cuma pernah salah sangka kalo amp yang kumaksud atlas medical pioneer-nya kedokteran unpad jadi ampg, hahahahaaa)
Sugan teh cerita kriminal naon, ternyata cerita roman toh? tadinya sudah berharap ada thriller dan drama suspense............
BalasHapustidak ada, aa dinar ... kehidupan sebagai mahasiswa astronomi sudah cukup suspense ... hahahahaaaaaa
BalasHapusfotonya antik :)
BalasHapusmasa' sih? itu foto taun dua ribu sekian lhoooooo
BalasHapusMungkin karena background ama yg berjajar paling atas :)
BalasHapushaaaaahahahahaaaaaa
BalasHapusmereka memang tampangnya tuir-tuir, hahahahahaaaaaaa
sebagai saksi sejarah yang mengalami langsung, ada koreksi nih:itu bukan 2000sekian tapi 1900sekian...2000an mah aku udah nikah n gak sempet photo2an. itu th 98 mar..
BalasHapuseh, bener?12juli?
hehehe... kayanya kejadian makan memakan kecengan memang terjadi hampir kepada semua mahasiswa yang demennya nge-gank :p been there done that gitooo... wakakak....
BalasHapustapi bubu, jarang ada kan yang makan-makan di atas makan-memakan kecengan orang? hihihihiiiiiiiiiiii
BalasHapushahahahahaha......... tentunya dapat kubayangkan itu pasti sangat menyenangkan (buat yang makan-makannya) :D
BalasHapusSi eneng korban itu yang duduk di tengah ya?
BalasHapusLalu yang jadian yang mana ya? Hmmm ...
ahhhh ...
BalasHapuswant to knooooowww, ajaaa!
*tebak, tebak ... hihihiiiiiiiii*