Jumat, 21 Juli 2006

Toko Oen Malang

Rating:★★★★
Category:Restaurants
Cuisine: Eclectic
Location:Jl. Basuki Rachmat no. 5 Malang, telp +62-341-364052
Sebetulnya Toko Oen ini ada beberapa. Pertama kali berdiri di Yogyakarta pada 1922, lalu menyusul di Semarang, Jakarta, dan di Malang. Cuma, saya baru mencoba yang di Malang.

Tahun 2000 lalu (waaa, sudah 6 tahun!), saya ikut gladian pencinta alam nasional yang diadakan oleh Jawa Timur. Karena bidang yang saya ikuti itu manajemen ekspedisi (lebih teoretis), jadi kegiatan berlangsung di kampus STAIN Malang, di Gajayana.

Dan di antara jam kosong di antara acara, saya bersama dua teman GPA (kebetulan yang ikut bidang itu bertiga) menjelajah kota Malang dengan angkot (dan sedikit tanya-tanya :p). Dan di alun-alun kota Malang, di seberang McD Sarinah, sebelah Gramedia, dekat Gereja Katedral Malang, kami menemukan Toko Oen.

Pertama masuk, kami sudah dibuat takjub dengan sapaan suara berat, "Selamat sore," dari seorang bapak berkumis tebal dengan kostum koki putih-putih (lengkap dengan topi tingginya!).

Karena sudah makan jatah gladian (yang sungguh aneh, dan yang paling aneh, suatu siang kami diberi nasi bungkus porsi kuli dengan tiga potongan daging tetelan di atasnya, lalu seplastik cairan hitam. Ya ampuuun, ternyata itu rawon! Hahaha), jadi kami membolak-balik menu dengan agak bingung. Jenis makanannya mulai dari steak, nasi goreng, mie, salad, kroket, sampai es krim (itu alasan mengapa saya mencantumkan eclectic di atas). Sudah tertebak kan, kami memilih apa? Makan es krim, tentu saja!

Es krim Toko Oen ini buatan sendiri. Teksturnya memang nggak selembut es krim buatan pabrik, macam rasanya juga nggak begitu banyak. Waktu itu saya mencoba semacam cassata (tapi irisannya tipis, hehe) rasa tutti-frutti. Teman saya yang satu sih sungguh nggak mau tantangan, dia nyoba yang standar ... rasa cokelat. Sementara yang satu lagi, mencoba es krim campur sedikit minuman keras, hahaha .... (lumayan sembriwing!).

Yang membuat asyik adalah suasananya, karena interior Toko Oen Malang ini masih jadul banget. Ada sebuah radio kuno merek Phillips berukuran besar di sudut ruangan. Kursi-kursi rotan rendah mengelilingi meja-meja bundar kecil, cocok sekali kalau hanya untuk makan kudapan atau sekadar minum kopi. Kalau ingin makan besar, bisa duduk di kursi-kursi rotan yang mengelilingi meja persegi. Sambil menikmati es krim jilatan demi jilatan, saya memandang berkeliling. Serasa mengarungi perjalanan menembus waktu, membayangkan para wanita pengunjung Toko Oen yang berkebaya encim putih dan para lelaki dengan setelan jas khas zaman dulu. Coba kalau di Toko Oen ini ada live music menyanyikan lagu-lagu tempo doeloe (ehem, Goerita Malam gitu lhuwokh, hehehe … udah demam manggung nih, maksudnya bukan demam panggung, tapi demam pengen manggung hahaha), suasana akan lebih memabukkan.

Ternyata, keluarga Oen, sang pemilik, telah menjual beberapa toko kecuali yang di Semarang. Tapi, Toko Oen Malang pun mengesankan kok. Jika ingin mencoba datang ke tempat ini, coba nikmati suasananya juga, jangan hanya makanannya. Kalau saya sih, sebagai penggemar aliran Mooi Indie, sangat menikmati Toko Oen Malang ini.

Sumber foto Toko Oen:
members.lycos.nl
Karena dulu belum musim kamera digital (hiks), jadi foto es krimnya dari sini:
www.recipes4us.co.uk
www.progel.ro


2 komentar: