"Oh, kamu kuliah di astronomi? Pengen ke Bosscha doooong ..."
pertanyaan-pertanyaan semacam ini sering saya dengar sejak baru masuk kuliah sampai sekarang. Tentu saja dengan senang hati saya menjawab sepengetahuan saya. Kalau nggak bisa jawab pun, dengan senang hati akan saya carikan infonya. Sungguh, betuuuul ... aku Etty Gadis Jujur, kok! Hahahahaha ....
Kenapa saya senang hati menjawabnya? Karena dengan meneruskan info ini, berarti saya ikut berperan dalam penyebaran dan pemasyarakatan ilmu pengetahuan (halahhhh! so sweet ... hahaha) walaupun sedikiiiiiit.
Ya sudah, cukup basa-basinya.
Para pemandu yang bertugas di Observatorium Bosscha ini kebanyakan mahasiswa, meskipun tentu saja ada mas-mas peneliti (seperti Mas Hendro & Mas Irfan, bintang film Sherina yang itu lhuwo, "Ndro, Ndro, saya mau pulang, istri saya melahirkan!" hahaha) dan asisten peneliti seperti Gaby (cowok lho dia, namanya Gabriel Iwan, bukan Gabriella). Ada juga bapak-bapak teknisi yang kemampuan teknisnya lebih ahli daripada para mahasiswa, hahahaha ... (buka kartu euy)
Waktu masih kuliah juga saya lumayan sering jadi pemandu di sana. Lumayan lah, selain menambah skill cuap-cuap, saya jadi kepaksa belajar ilmu astronomi lagi. Karena terbiasa berlatih memikirkan kalimat-kalimat terstruktur, jadilah saya … seorang editor, hahaha …. Ngarang abissss!
Observatorium Bosscha sendiri dibuka untuk umum antara bulan April sampai Oktober, waktu-waktu yang dianggap musim kemarau (sehingga cerah). Waktunya adalah ketika bulan sedang dalam fase seperempat pertama, berarti sekitar 7 hari pertama bulan Islam. Mengapa? Supaya para pengunjung bisa melihat objek langit (bintang, gugus bintang, planet, dll) sekaligus melihat bulan. Cahaya bulan seperempat pertama tidak sekuat bulan purnama sehingga objek-objek langit lain bisa cukup jelas terlihat, dan terbitnya sekitar senja (pada fase seperempat terakhir, bulan terbit setelah tengah malam).
Kunjungan ke Observatorium Bosscha sendiri ada beberapa jenis:
1. Kunjungan malam
Ini yang paling banyak peminatnya. Dalam kunjungan malam ini (kalau istilah kami sih: malam umum), Anda bisa:
- Mengikuti presentasi topik astronomi populer, kadang-kadang temanya cukup aktual. Misalnya, di sekitar hari presentasi sedang terjadi gerhana bulan, ya temanya itu. Tapi ya nggak selalu, meskipun presentasinya tetap menarik. Apalagi sekarang sudah sering menggunakan media presentasi yang lebih canggih, multimedia (Kalau dulu sih seringnya slide projector atau OHP, hiks ... Hahaha).
Sedikit tips: kalau masih penasaran, tanya saja si pemberi presentasi! Pada umumnya sih, kami-kami senang ditanya-tanyai. Itu tandanya Anda memerhatikan pemaparan kami dan ingin tahu lebih lanjut tentang astronomi.
- Meneropong di dua teleskop yaitu Teleskop Bamberg dan Teleskop Unitron.
Teleskop Bamberg terletak paling dekat dengan jalan masuk ke Bosscha. Lumayan besar dan untuk masuk, kita harus menuruni lumayan banyak anak tangga. Biasanya sih, objek yang dilihat di teleskop ini adalah bulan. Di arah Barat, ada teleskop kecil yang bernama Unitron. Kecil-kecil cabe rawit, nggak usah kecewa duluan melihat tongkrongannya. Biasanya, kita bisa mengamati objek-objek seperti planet-planet, gugus bintang, dan bulan (Ed, CMIIW euyyyy … udah lupa sih).
Sedikit tips: bersabarlah, antre yang rapi. Jangan memegang eye-piece (lubang tempat kita mengintip) teleskop, karena ini sering menyebabkan teleskop bergeser dari objek (apalagi menggerakkan teleskop dengan sengaja, karena biasanya sudah diset untuk mengikuti gerak objek langit). Jangan menyalakan lampu yang terang juga, agar objek langit bisa terlihat lebih jelas. Dan jangan berharap terlalu tinggi, misalnya meneropong sebuah bintang dan berharap melihat gambaran mirip matahari. Oh, tentu tidak. Paling juga, kalau kita mengamati bintang ganda (yang terlihat dengan mata telanjang seperti satu bintang), sekarang terlihat jelas ada dua bintang. Bintangnya juga berupa titik saja, bukan Titik Shandora.
- Melihat interior teleskop terbesar di Observatorium Bosscha, Teleskop Zeiss.
Sayang memang, di sini kita nggak bisa seenaknya menjajal teleskop. Tapi, presentasi sang pemandu nggak kalah menarik, dia akan menerangkan sistem kerja teleskop ini, termasuk membuka dan memutar tutup kubah serta menaik-turunkan lantai! Selain sistem kerja, sang pemandu juga akan menerangkan sejarah teleskop ini dan hal-hal yang berkaitan dengannya.
Sedikit tips: jangan memaksa untuk naik ke daerah pengamatan, apalagi bergerombol. Soalnya, konstruksi Teleskop Zeiss tidak dirancang untuk menopang beban banyak. Apalagi usianya sudah tua, dibangun tahun '20an. Jangan menjelajah ke tangga di bawah daerah pengamatan pula. Selain gelap dan menyeramkan, kalau lantainya diturunkan, kita bisa terjebak di sana. Hiyyy ….
- Berbelanja di "toko" yang menjual merchandise astronomi, mulai dari kaus, stiker, gantungan kunci, miniatur Teleskop Zeiss, bahkan teleskop kecil.
Tips umum: Datang agak awal, sekitar jam 5 sudah stand by di Bosscha. Soalnya, jam 8 acaranya selesai.
2. Kunjungan Siang
Di kunjungan siang ini, biasanya pesertanya murid-murid sekolah. Acaranya sih hanya presentasi saja, ditambah melihat-lihat teleskop-teleskop dari luar, tidak menjajalnya. Kadang-kadang ada sih, untuk mengamati matahari. Tentu saja dengan teleskop khusus yang telah dipasangi filter. Tapi selama saya bertugas sebagai pemandu, jarang terjadi deh, nggak tahu ya sekarang-sekarang.
Sedikit tips: WARNING! Jangan pernah melihat matahari dengan menggunakan teleskop tanpa filter. Prinsip kerja teleskop adalah memperkuat cahaya. Sinar matahari yang sudah kuat akan bertambah kuat, bisa membuat mata kita buta!
3. Kunjungan Khusus
Selama bertugas sebagai pemandu, saya belum pernah mengalami yang namanya kunjungan khusus ini. Tapi, kunjungan khusus ini adalah permintaan yang diminta secara khusus oleh badan-badan tertentu. Nggak tahu tuh kalau pengalaman Mister Edi Brekele, pernah nggak Ed? Dan setahu saya, proses permintaan kunjungan khusus ini lebih mudah dilakukan oleh badan-badan yang memiliki kaitan erat dengan Observatorium Bosscha atau ITB sendiri, seperti misalnya badan apa ITB lah, atau yang lain-lain.
Inilah yang harus dilakukan untuk bisa berkunjung ke Observatorium Bosscha di Lembang:
1. Telepon ke Bu Cucu pada hari dan jam kerja, ke nomor telepon (022) 2786001.
Bu Cucu ini adalah salah seorang staf administrasi Observatorium Bosscha, yang salah satu tugasnya adalah mengatur jadwal kunjungan. Beliau akan meminta informasi tentang jumlah anggota rombongan (tapi sendiri juga nggak apa-apa sih, nggak usah takut). Lalu, Bu Cucu akan mengecek jadwal, dan memasukkan rombongan ke hari yang masih kosong. Dan sori dori mori, bisa saja kita daftar tahun ini tapi baru bisa berkunjung tahun depan. Soalnya antreannya banyak dan kapasitas Observatorium Bosscha terbatas. Jika menerima kunjungan dengan berlebih, bisa-bisa biaya perawatan yang dikeluarkan akan sangat besar (untuk memperbaiki yang rusak, dll).
2. Biaya masuk per orang adalah Rp. 7.500,00 (murah kaaan? Dulu apalagi, gretong!). Bisa ditransfer atau dibayarkan langsung pada saat kunjungan, nanti Bu Cucu yang akan menerangkan lebih jelas.
3. Tunggu apa lagi, setelah mendapatkan jadwal pasti, ya datang ke Lembang!
Dan ini beberapa tips umum untuk berkunjung ke Observatorium Bosscha:
1. Jika tidak membawa kendaraan, bisa naik ojek dari Batureok Lembang. Harga per ojek itu Rp. 3000,00 kalau hari biasa, kalau ada kunjungan sering ada praktik-praktik penggelembungan biaya oleh para tukang ojek itu.
2. Jika rombongan datang dengan bis, bis diparkir di pelataran depan toko-toko di Batureok. Lalu, kita bisa naik ojek dari Batureok. Sebetulnya berjalan kaki juga bisa, apalagi kalau ingin sedikit berolahraga. Tapi memang melelahkan, karena lumayan jauh dan menanjak. Kalau ingin berjalan kaki, jangan lupa bawa senter. Sepanjang jalan masuk dari gerbang kedua Bosscha gelap, siapa tahu tiba-tiba kita menginjak ular. Hiyyy!
3. Bawa jaket atau baju hangat, soalnya dingiiiin. Apalagi kalau malam.
4. Observatorium Bosscha susah air-jatah air ledeng juga bergantian digunakan oleh perumahan para dosen, kantor observatorium, dan penduduk. Jadi, kalau bisa sih sudah buang air kecil atau besar sebelumnya. Ada sih fasilitas WC, tapi terbatas.
5. Jangan makan di sembarangan tempat, apalagi membuang sampah sembarangan! Selain jorok, remah-remah makanan akan memancing binatang-binatang yang bisa merusak peralatan (seperti tikus, kecoa, dll). Sebaiknya makan permen aja deh, minum boleh, atau makanan praktis seperti roti untuk mengganjal perut. Kalau mau makan, di sekitar Pasar Lembang kan bejibun penjual makanan. Jangan berniat piknik di Bosscha, meskipun tamannya mirip setting film India, penuh bunga. Dan, keterlaluan kalau ada yang buang sampah sembarangan. Ini mah berlaku di mana saja!
6. Hati-hati dengan instrumen. Ini adalah aset kekayaan bangsa Indonesia dalam bidang riset dan ilmu pengetahuan. Harganya tentu saja mahal. Lagipula, hal-hal ini kan belum mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Kalau ada instrumen rusak dan harganya mahal, dari mana biaya perbaikannya? (Paling nunggu bantuan luar negeri lagi, tapi … malu atuh, dibantu terus) Jadi, tumbuhkan rasa memiliki terhadap instrumen-instrumen ini ya.
7. Sudah beberapa kali kejadian, cinta bersemi di antara para pemandu dan rombongan kunjungan. Ini sih terserah saja, bagaimana Tuhan menentukan jodoh datang dengan cara apa saja. Tapi, berbaik-baiklah dengan para pemandu pada umumnya, meskipun nggak merasa tertarik kepada individunya. Rasanya senang sekali mendapat perlakuan ramah dari pengunjung, setelah cuap-cuap dan capek-capek datang ke Bosscha. Senyum dari pengunjung bagaikan air sejuk yang menyiram tanah kering-kerontang. Halahhhh! Hahahaha …
Jadi bagaimana, siapkah Anda berkunjung ke Observatorium Bosscha?
Ed, kalo ada yang kurang tolong tambahin ya, kalo ada yang salah tolong benerin. Tengkiuh.
(model yang sedang sok aksi di bawah Teleskop Zeiss itu adalah si Bona)
Tambahin ahhh ... fotonya.
Bandingkan ketebalan tubuh model yang satu dengan model yang lain, hihihiiiiiiii
Weee... pasti terinspirasi dari ceritaku tentang kunjungan yah?
BalasHapusOy... calon pengunjung, bayarnya kalo siang 5 rebu, kalo malam 8 rebu. Jangan lupa kasi tip buat penerima kunjungan, minimal 20 rebu hihihi. (aku sering lho dapat dana tambahan ilegal kayak gini).
Bayu bilang sayang yah pas perpisahan 3i di sana berawan. Ngomong-ngomong paling ideal kalau mau melihat bintang-bintang dengan jelas itu malam bulan apa ya?
BalasHapuskalo aku ke mbandung lagi temenin dong? :p
BalasHapusaku ke bandung tgl 17 agustus, sempet ndak yah, ke boscha ?
BalasHapusDasar mata duitaaaaaaaaaan!
BalasHapusAku sih dulu biasanya nolak kalo dikasih tip. Soalnya ndak enak, secara kita udah nerima gaji dan makan malem (meskipun yah ... kadang-kadang nombok, tapi kan itu "duit nemu" saat akhir musim kunjungan, hikhikhik ...)
Karena selalu nolak dikasi duit, beberapa pengunjung suka ngasih makanan (yang kemudian diserbu rame-rame di ruang baca). Terus, aku dulu pernah dikasih bunga mawar merah sama seseorang (sayangnya, orang itu ibu-ibu, hahahaha) gara-gara nolak duit juga. Owwww, so sweeeeeeeet!
Iya, waktu perpisahan 3i sayangnya berawan. Padahal udah KKN dengan nginep di rumah Mira yang bapaknya dosen astronomi (dan Pak Suryadi Siregar itu selalu ke-GR-an, tiap ketemu bapak saya di kampus selalu bilang, "Maria itu masuk astronomi gara-gara dulu pernah ke rumah saya di Bosscha!"--padahal nggak, hehehe)
BalasHapusWaktu ideal untuk liat bintang (secara umum) sih nggak mutlak kapan, asal langitnya cerah, nggak berawan atau mendung atau hujan, dan keadaan sekeliling cukup gelap (kalo lagi di pedesaan atau di pedalaman cucok sepertinya).
boleeeeh, asal waktunya pas jadwal kunjungan malam umum aja.
BalasHapus(selain itu, biasanya mah mahasiswa atau lulusan astronomi boleh bawa rombongan kecil, maksimal 5 orang lah, gretong lagi hehehe ... asal jadwalnya pas aja)
nah, kalo soal ini, silakan telepon Bu Cucu yang tau pasti jadwalnya kapan, hehehe ... sebaiknya nggak coba-coba datang tanpa reservasi dulu, soalnya kalo misalnya:
BalasHapus1. nggak ada jadwal malam umum
2. disuruh pulang gara-gara nggak terdaftar
kan bete, udah jauh-jauh mendaki bukit Bosscha, hekhekhek ....
(lagian Bu Cucu baek kok Mas, nggak usah takut, hikhikhik)
apakah kamu mau membawa rombongan kantor ke sana lagi?
BalasHapustergantung sogokannya berupa apa buatku, misalnya bonus yang bisa dibelikan kacamata Oakley ber-MP 3 atau sepatu koboy selutut buatan Kanselir. Hahahahahahaha ....
BalasHapusLah... itu orangnya maksa ya mau gimana...
BalasHapusDulu pas lagi jaga di Bamberg, ada ibu2 yang selalu narik2 saya untuk ngejelasin segala hal ke anaknya yang masih SD, padahal saya juga harus melayani pengunjung lain dan narik-narik teropong segede goblog itu biar trackingnya nggak ngaco. Mana partner saat itu seorang bocah 2003 yang tak tahu apa-apa karena masih cupu. Mungkin karena kasian ngeliat saya jadi super sibuk sampai kehabisan suara, dia ngasi duit yang ceunah buat beli minuman. Ditolak malah dianya pasang tampang marah, ya udah deh diterima... Ck ck ck...
Yang jelas, tanggal segitu nggak ada malam umum. Kalo mau datang siang mah silakan ajah... tapi daftar dari sekarang deh...
BalasHapusHehe .... siiiiipppp, ini yg risma perlu :)
BalasHapuskalo ke sana tanpa reservasi dulu..trus cuma sekedar foto eksterior (dan mudah2an dikasih ijin liat interiornya) boleh gak ? kadang2 kan temen2 dari jakarta ato lainnya suka dadakan dan tiba2 pengen ke sana.
BalasHapusmendingan nelepon dulu, meskipun dadakan juga (asal jangan nelepon jam 1, datang ke sana jam 1 lewat 5, hihihii). kalo nelepon kan siapa tau bisa diizinin liat interiornya.
BalasHapusbaiklah.. :)
BalasHapuskalo 'menjual' namamu di sana laku gak ya..? :p
hahaha ... laku sih, coba aja bilang sama satpam, "Pak, saya temennya Maria!"
BalasHapus(tapi biasanya tanpa kehadiranku mah mereka rada curiga, ini penipu atau bukan ... hahaha)
allo om, jadwal Agustus 2008 ber potensi sibuk ga ? lagi nyiapin agenda kesana bulan Agustus nih ... mohon pencerahan, kalo perlu jadi guide kita-kita hueheuheuhue
BalasHapusbosscha tampaknya buka dan kalo sibuk ya memang udah biasa hehe ...
BalasHapustapi aku ndak tau jadwal pastinya. cobain aja telepon ibu cucu di no. telp yang ada di atas.
justu akunya yang tampak akan sibuk bulan agustus 2008, hehehe ... jadi ndak bisa jadi guide :D
tante kereeeeeenn...
BalasHapusnanti ajakin anak2 gw ke sana yaa?
:D
ibunya nggak usah, ditinggal aja di rumah
BalasHapus(lalu menculik abang ardi dan dek hari untuk dipekerjakan di kareem)
jangan lupa oleh2 kebabnya yaaaa!!
BalasHapus*melambai dengan gembira*
mengawasi anak-anaknya dari kejauhan ya bu?
BalasHapus(seperti anak-anak di stopan)
siap 86. akan segera dihubungi. Hehehhee .........
BalasHapushalo. salam kenal.
BalasHapusinfonya berguna sekali..
makasih ya..
ps. bisa jadi private guide atau EO buat rombongan kecil gak nih?
hehe.
kalo waktunya pas sih bisa aja, cuma sekarang susah nyari waktu yang pas hehehehe
BalasHapusOm, makasih ya infonya...semoga Andre bisa ke sana liburan summer ntar...
BalasHapussama-sama
BalasHapuscuma saya bukan oom, tapi tante heheee
Oh...yang ini ya.....heuheu....kapan atuh....bawa lumba-lumba ke sana....ditemenin tio deeehhh :D
BalasHapusiya ibutioooo
BalasHapusjadi besok mau nelepon bu cucu cahyati jam berapa? biar siap-siap udah bangun gitu hahahaaaa
hmm ... si lumba-lumba kuat dingin nggak ya ... harusnya sih kuat ya :D
ah...selewat jam 8 kok....aku kan harus ngumpulin guru-gurunya dulu
BalasHapusjadi nanti pake speaker phone ya? hahahaaaaaaaaaaaaa
BalasHapuswaduuuuwww...
BalasHapusudh banyak baca homepage ttg bosscha, jd tambahh pingiinn ke bosscha niiiy... T.T
Mauu...mauuu...mauuuu
tengkyu infonya ya ......salam kenal...
BalasHapussama-sama, semoga bermanfaat
BalasHapusthanks infonyaaa...sayang pas ke boscha kmaren gbisa ngeliat bintangnya..oiya yang jadi pemandu di teleskop zeiss itu ada yang mahasiswa atau yang udah pada tamat kuliah astronomi???
BalasHapusqfce
BalasHapusada yang masih mahasiswa, sarjana, mahasiswa pascasarjana, atau dosen hehe
BalasHapus