Minggu, 16 November 2008

Dua Anak Muda, Dua Orang Tua

Tiga bulan terakhir ini, dua orang teman saya meninggal. Dua-duanya laki-laki dan sama-sama belum berusia kepala tiga. Yang pertama Upiet alias Maulana Yusuf, teman saya di GPA, yang kedua si Ical yang sudah saya ceritakan di SINI. Dua-duanya sakit. Umur memang nggak bisa diduga. Padahal beberapa hari sebelum mereka meninggal, saya masih bertemu dengan mereka dalam keadaan sehat (dari luarnya sih, kalau dari dalam entah juga ya. Mungkin mereka sudah merasa sakit tapi nggak menampakkannya).

 

Sewaktu saya ulang tahun ketiga puluh (hihii … jujur ah sekarang mah, kan Etty Gadis Jujur), uwak saya, abangnya si papap yang nomor dua—kami memanggilnya Papaya—meninggal pada usia tujuh puluh sembilan. Memang sakitnya sudah lama, dan sebelumnya sudah bolak-balik masuk rumah sakit.

 

Dan empat puluh hari kemudian, tadi pagi, suami uwak saya yang nomor enam—saya memanggilnya Abeh karena mereka nggak punya anak, dan sejak kecil saya sering menginap di rumah mereka—meninggal juga. Umurnya tujuh puluh tiga. Sudah sering bolak-balik rumah sakit juga, hanya yang terakhir ini ternyata parah.

 

Dua anak muda, dua orang tua, dalam tiga bulan.

 

18 komentar:

  1. hidup dan mati, Yang di Atas yang mengatur.
    Turut berduka cita

    BalasHapus
  2. mah, mbok hedsotnya diganti, jangan jangan karena itu kali ya?

    BalasHapus
  3. i wonder, jangan2 calon baby nya cowo...
    (tanpa mengurangi rasa turut berduka cita, sesungguhnya kematian hanyalah bgian dari kehidupan)
    mungkin saran ganti headshot patut dipertimbangkan...

    BalasHapus
  4. sepertinya kita sedang diingatkan bahwa kematian itu dekat
    kita diingatkan buat memperbanyak bekal buat di akhirat, karena kita ga tahu giliran kita kapan

    neng, hedsotnya nyeremin, euy,,, udah wafat juga soalnya... mendingan nyi romlah lagi, deh...hihihi...

    BalasHapus
  5. perjalanan hidup tak pernah bisa diterka. setiap kita menghirup udara,saat itu pula satu rahasia hidup terungkap...ngiring sungkawa weh..

    BalasHapus
  6. eh, cuma numpang komen
    hedsot papah dan yayi kok mirip???

    BalasHapus
  7. minggu lalu tetanggaku meninggal, kanker payudara.

    BalasHapus
  8. mari kita menjalani hidup dengan bahagia :)

    BalasHapus
  9. hidup emang harus ingat mati, tapi jangan sampe pesimis, intinya hidup itu harus seimbang betolllllll...? *sok bijaksana.... huekkk*

    BalasHapus
  10. terima kasih semuanya.

    tapi alasan untuk ganti hedsyot sama sekali nggak nyambung dengan berita duka. jadi, permohonan untuk ganti hedsyot SAMA SEKALI DITOLAK. wekkk

    BalasHapus